Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Puisi’ Category

Rinduku [ku?]

Rinduku adalah gemulai kesadaran hati yang terpatri

Mengukir separuh jiwa pada harapan dan kegetiran

Rinduku adalah ketulusan jiwa pada sebuah bayangan

Mencoba melepas diri dari pelukan hasrat tersembunyi

Bangunlah kasihku karena jiwaku memangilmu dari balik lautan …

Ketakutan dan harapan

Bangunlah kasihku, karena kerinduanku telah membawaku dekat padamu

Menutupi rasa takutku dalam usapan tanganmu

Yang membelaiku …

Read Full Post »

Harap

Seuntai kata manis yang terdengar begitu sayu

Seiring raga yang kian merapuh

Menambah kegetiran hati dan jiwa ini

Menyesakkan nafas terseling desak suara tercekat

Dimana badan kokoh itu?

Dimana gelak tawa itu?

Ayo … ! berjuanglah !

Buktikan bahwa senyum itu awal dari kehidupan baru mu

Harapmu ada

Akan selalu ada …

Read Full Post »

Kisah

Saat hujan datang menghapus segala kepenatan musim lalu … membawa kedamaian, ketenangan menembus pori-pori jiwa.  Saat itu lah kebersamaan slalu saya rindukan. Senantiasa mengiringi tawa, canda dan segala langkah harapan. Sungguh begitu indahnya …

Saling memberi … saling menerima …

Saling menjaga dan saling setia …

Namun … tatkala hujan deras menelan segala kehangatan. Angin kencang menghapus segala yang tersimpan. Membawa dalam suasana yang mencekam dan mengerikan, membuat saya ingin berteriak biar saya terlepas dari angan dan beban dunia …..

Read Full Post »

Untuk seorang Sahabat

Saya melihat ketulusanmu sobat …

Saya bisa merasakan kasihmu …

Saya bisa merasakan cantiknya hatimu …

Biarkan dia dengan kebodohannya tidak bisa melihat itu

Dia hanya tidak tahu apa yang sedang dilakukannya

Teruskan ketulusan, kasih dan cintamu

Ikhlaskan segala yang membuat kecewa hatimu

Semoga Tuhan meridloi …..

Read Full Post »

Pantai [Ganti gambar Tajuk]

Saya sedang kangen dengan debur ombak,

Saya merindukan kicau camar beterbangan

Merasakan buih-buih ombak yang menyentuh tubuh saya

Melihat ‘anak pantai’ berlarian, berkejaran, penuh gelak tawa dan canda

Saya ingin dimanjakan sepoi nya angin pantai … yahhh saya kangen …

Waktu masih kecil, ketika saya diajak orang tua piknik ke pantai, saya berfikir saya sedang pergi keujung dunia. Karena dari situ sejauh mata saya memandang memang sudah tidak ada lagi daratan. Yang terlihat hanyalah garis cakrawala yang seolah mepertemuakan langit dan permukaan air laut. Seolah-olah kalo saya menyeberanginya saya akan dekat dengan matahari, bintang ataupun bulan. Hemmm … indah sekali khayalan jiwa kecil itu …

Berada di pinggir pantai sekali lagi akan mengingatkan saya betapa saya ini begitu kecil. Betapa agung nya ciptaan Sang Maha Daya. Ombak yang demikian tenang seketika bisa dibuat-Nya menjadi gelombang besar yang menelan segala yang mengapung diatasnya. Tiada yang mustahil bagi-Nya. Tuhan …. Lindungi jiwa ini dari kekufuran atas segala nikmat yang Engkau berikan. Tetap tundukkan jiwa dan hati ini dan jadikan saya seorang hamba yang pandai bersyukur … Amin.

Kalau ada yang mau ke pantai, saya ikut ya …. ^_^

Read Full Post »

Panggilan semesta

PANGGILAN SEMESTA

Suara alun berirama
Menyusup kerelung bakti
Ladang insani setiap jiwa
Perjalanan panjang mengubah makna

Satu pusaran memancar kehidupan
Samudra bathin menyapa sajadah
Menaungi tujuh petaka bumi
Rentang tangan kelembutan menyapa kita

Kau datang untuk sebuah pengakuan
Kau berjuang bagi setiap zaman
Kau menang dalam setiap perhitungan
Dari warna yang menghias semesta

Suara alun berirama
Menyusup kisaran hati nurani

Menggaung di huma-huma pedesaan
Mendayu di lembah … Ngarai … pegunungan
Dan menggema di area pencakar langit

Kau dengar
Dengarlah ….
(penggalan suara azan)
Jika panggilan telah menyapa kita
Sebagai rahmatan lil’alamin

Mari kita kembali dalam pangkuan
Lepaskan segala dunia
Tanggalkan atribut semu menggoda
Perjalanan rohani hiasan diri
Shalat fardu segera kibarkan

Mari kita rajut hamparan doa
Menabur zikir di nafas waktu
Pilar utama raih kemenangan
Iman dan Islam sandingkan manis
Payung abadi jati diri

Read Full Post »