Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Cerita Manis’ Category

Cerita ini saya peroleh dari email seorang teman kemaren sore, lantas saya forward ke temen-temen dikantor terutama yang sudah berkeluarga. Dan pagi ini saya mendapat tanggapan yang mengagumkan dari mereka. Jadi saya ingin share disini. semoga bermanfaat.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Berita Gembira

Puji syukur Alhamdulilah, pagi ini saya menerima kabar menggembirakan dari Ibu saya. Dan tentu saja sangat menggembirakan juga bagi saya. Adik saya ternyata tengah mengandung dua bulan. Saya benar-benar bisa merasakan luapan kebahagiaan dari Ibu saya lewat suaranya. “Sebentar lagi saya jadi nenek …” Kalimat itu berulang kali diucapkan oleh ibu saya, seolah ini adalah kabar terbaik yang pernah Ibu saya terima. [Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk senantiasa memberikan kabar gembira dan kebahagiaan bagi Ibu saya. Amin …] Tapi yang jadi pertanyaan kenapa adik saya tidak berani bilang sendiri ke saya ya? Mungkin malu kali … he he …

(lebih…)

Read Full Post »

Doraemon

Saya yakin semua yang nyasar baca tulisan ini pasti tau dengan muka-muka diatas. he he he …, saya lagi mencoba mengenang masa kecil saya dan mencoba membaginya dengan teman-teman disini. Ada yang hafal lagu ini?

(lebih…)

Read Full Post »

Laut dan Langit

Kiriman dari seorang teman, sayang kalau cuma jadi penghuni Outlook Express saya doang ….

Dahulu kala, langit dan laut saling jatuh cinta.
Mereka sama2 saling menyukai 1 sama lain. Saking
sukanya laut terhadap langit, warna laut = langit,
saking sukanya langit terhadap laut, warna langit
= laut.

Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali
membisikkan “aku cinta padamu” ke telinga langit.
Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut
pun, langit tidak menjawab apa2 hanya tersipu2
malu wajahnya semburat kemerahan.
(lebih…)

Read Full Post »

Surat Cinta

( Dari teman … )

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami

dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya

bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya

harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya

dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan

halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang

menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.

Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam

pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
(lebih…)

Read Full Post »

My sister married

Entah kenapa saya tidak bisa menguraikan perihal pernikahan adik saya ini. Dan baru hari ini saya mampu sedikit menulis tentang ini. Kebahagiaan yang teramat sangat saya dan keluarga rasakan membuat saya tidak bisa  melukisakannya dengan kata-kata. Puji syukur kepada Allah atas segala Rahmat yang diberikan-Nya. Hari ini adalah hari ke 12 sejak perhelatan besar di keluarga saya usai. Adik saya semata wayang akhirnya menemukan jodohnya dan siang itu 28 februari 08 saya menjadi wali di pernikahan adik saya sendiri, karena ayah saya sudah tiada. Suasana haru menyelimuti saat-saat ijab qabul pagi itu. Saya sampai tidak sadar ketika sudut mata saya perlahan menitikkan butir-butir air mata [bahasanya …. ck ck ck …]. Alhamdulilah ya Allah, semoga Engkau limpahkan kebahagiaan kepada mereka dalam mengarungi hidup rumah tangga. Amien ….

Selamat menempuh hidup baru Adikku ….

Read Full Post »

1 Februari 2008

Langit Tangerang sampe sore ini belum juga berhenti menitikkan airnya. Tidak terlalu deras, namun pasti. Suasana seperti ini mengingatkanku dengan kota kelahiranku di Klaten, Jawa Tengan. Kalo suasana sudah seperti ini kami sekeluarga sering berkumpul di teras belakang rumah. Hamparan sawah tepat di belakang pagar rumah, rangkaian pegunungan seribu terlihat samar karena tertutup air hujan, rerimbunan pohon yang basah dan tetesan air hujan yang terdengar seperti nyanyian merdu. Berteman teh manis dan pisang goreng buatan Ibu, kami asik berbincang dan bercanda. Melepas segala kepenatan setelah beraktivitas seharian. Hemmmm … Tuhan aku merindukan saat-saat itu. Saat dimana Ayah masih ada. Mengingat Ayah…. seperti mengoreskan kembali luka lama. Terbayang wajah lelaki paruh baya yang berjuang melawan sakitnya. Saat itu memang aku masih kecil, tetapi sedikitpun aku tidak pernah lupa saat-saat terakhir bersamanya. Segalanya berubah setelah kepergiannya.

Read Full Post »

Older Posts »